BERJALAN DLM KEBAIKAN...., Tak semudah itu..
BERJALAN DLM KEBAIKAN...., Tak semudah itu..
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS Al Ankabut 29: 2-3)
Menjadi baik dan ingin mengikuti perintah Allah SWT selalu ada di setiap hati manusia. Setiap manusia juga tahu di seberang manakah kebaikan berada dan juga dimanaka wilayah keburukan terjadi.
Namun bukan berarti kita selalu akan patuh terhadap alarm dan tanda-tanda kebaikan yang telah menjadi hidayah kita. Bukan berarti kita akan selalu mengikuti irama kebaikan yang sudah jelas ada di depan mata. Masalahnya adalah :
- Takut akan kehilangan teman dan juga pergaulan.
- Takut akan kehilangan pekerjaan dan rizqi.
Barangkali kita harus melihat dari sudut pandang yang jelas seperti berikut ini,
1. Takut kehilangan teman dan juga pergaulan.
Teman akan menjadi sahabat sejati jika memang memiliki pola pikir yang sama. Tidaklah heran jika kita berteman dengan teman2 dimasa lalu, maka jika dimasa lalu berdasarkan dan berpijak pada persahabatan tulus karena Allah SWT, maka mereka tak akan menghilang. Namun jika mereka berjalan ke arah yang berlawanan dengan tuntunan Allah SWT, masihkah kita ingin bersama mereka? Demi gengsi kah? Demi harga diri kah? Atau hal-hal lain yang tak seorangpun tahu, kecuali diri kita sendiri bukan ?
2. Takut akan kehilangan pekerjaan dan rizqi.
Alangkah tidak percayanya kita pada Allah SWT, bahwa semua rizqi telah diatur dan ditentukan oleh Allah SWT. Lihatlah....betapa repotnya memberi makanan pada setiap binatang di Kebun Binatang. Tapi lihatlah saat Allah memberikan rizqi pada setiap makhluknya di alam bebas. Tak ada satu makhlukpun kelaparan di muka bumi ini tanpa harus ada campur tangan manusia.
Sayangnya kita, manusia yang diciptakan lebih berakal daripada binatang tak pernah percaya bahwa Allah memang sudah menyediakan rizqi utuk setiap makhluk. Sehingga begitu takutnya kita untuk menghindari hal-hal yang haram. Hanya karena takut kehilangan pekerjaan? Tak ada yang salah..., karena Allah telah berfirman :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang- orang yang sabar.yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang- orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah 2: 155-157).
Tak ada paksaan...........tapi memang tak mudah dan tak bisa terjadi begitu saja. Allah hanya memberikan pilihan pada kita. Banyak hal yang menakutkan dan banyak tantangan dalam hidup ini. Kalau dipikir-pikir, bahkan saya masih ingin menonton acara BON JOVI. Tapi kembali lagi..., apa ya manfaat kebaikan buat saya ?
Kalau dipikir-pikir, bahkan masih ingin saya bekerja di luar rumah. Tapi apa manfaatnya kalau suami sudah meminta untuk mendidik sendiri anak-anak, membawa anak-anak mengenal Allah SWT dan juga bergaul dengan tetangga karena jadi silaturahmi dan dakwah.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidaklah ada waku bisa terbuang. Bahkan setiap saat menurut dengan suami juga bukan masalah mudah. Tapi apa manfaatnya menentang dan tidak mencari hal-hal yang bisa membawa berkah? Bahkan dengan mendo'akannya saat mencari nafkah saya yakin Allah akan memberi keberkahan dalam keluarga.
Tapi dengarlah suara-suara sumbang di sekeliling kita, bahkan kadang-kadang ada nada mencemooh di sekitar saya ketika pertama kali berhenti bekerja saat memiliki anak. Bukannya hal mudah saat mendengar mereka berkata "kasihan, punya otak tapi nggak bisa kerja." atau "Enak sekali, kamu nggak perlu kerja!" Tetapi kembali lagi......, bukan itu ukurannya bukan?
Mencari kebaikan dengan nama Allah, mencari kenikmatan dengan beribadah pada Allah, mencari ketenangan karena mematuhi perintah-perintah Allah dan berusaha menjadi istri yang MENJADI PENYEJUK MATA BAGI SUAMI dan berusaha menjadi CONTOH PERILAKU bagi anak-anak adalah bukan perkara mudah. Tapi.........pilihan ada pada diri kita bukan? Berusaha dan berjalan dalam kebaikan...., memang tak semudah itu.............., tapi BERUSAHALAH SEKUATNYA. Pertolongan Allah SWT akan selalu datang.